Rekam Fakta, Gorontalo – Ratusan Mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Dewan Perlawanan Rakyat (DPR) menggeruduk kantor Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II yang dinilai menjadi sarang korupsi digorontalo.
Koordinator Lapangan, Mahlul Lutfi mengatakan, mulai proyek balai sungai yang menggunakan uang negara ratusan miliar bahkan, triliunan tiap tahunnya yang di dikeluarkan oleh pemerintah pusat ,terdapat dugaan korupsi, yang seharusnya dirasakan oleh masyarakat.
“Kami menduga banyak kasus korupsi dalam pengerjaan balai sungai, yaitu dua pintu air yang ada di kanal tapodu untuk menampung air di danau limboto, itu tidak berfungsi. ketika itu dinaikkan,maka pintu air tersebut akan roboh, bangunan tersebut pasti gagal konstruksi, Ucap Lutfi Kamis (08/08/24)
Lutfi juga menambahkan, revitalisasi danau limboto itu yang juga menggunakan anggaran besar hingga miliar yang katanya ada kapal keruk tapi sampai sekarang tidak ada kapal keruk berdasarkan data di lapangan.
“Kemudian, penyebab banjir yang terjadi di Gorontalo yaitu pintu air kanal,dikarenakan tidak ada pemeliharaan dari balai sungai tiap tahun. Seharusnya,ada pemeliharaan untuk pintu air tamalate,” Ujarnya.
“Terakhir, Proyek Strategis Nasional (PSN) Presiden Jokowi kemarin di Gorontalo yang rencananya membangun waduk bendungan ulu. Menurut kami sangat ada keterlambatan dari yang rencananya 3 tahun, tapi sampai yang sekarang sudah mau 6 tahun tidak selesai. Tentunya, ini patut dipertanyakan, jangan sampai dimanfaatkan oknum pejabat untuk meraup keuntungan pribadi. Ada galian C ilegal di sana, kami menduga ada galian C ilegal yang kemudian itu merugikan masyarakat,” Pungkasnya.
Terpantau Aliansi Dewan Perlawanan Rakyat akan melanjutkan aksi di kantor Polda Gorontalo, kemudian terakhir Kejaksaan Tinggi Gorontalo.
Agung/RF




























