Rekam Fakta, Gorontalo — Bupati Boalemo Rum Pagau mengungkap ukuran yang menurutnya penting dimiliki sosok yang akan memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo.
Bagi Rum, kemampuan menggerakkan organisasi saja belum cukup. Ketua Kadin Gorontalo ke depan harus memiliki jaringan dan kekuatan untuk membangun kolaborasi, termasuk menjembatani kepentingan daerah dengan pemerintah pusat dan Kadin di tingkat nasional.
Hal itu disampaikan Rum usai menyaksikan pelantikan pengurus Kadin kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo, Minggu (20/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Gorontalo yang menjadi forum pemilihan ketua tingkat provinsi.
“Di samping dia mampu menggerakkan organisasi, dia harus mampu berkolaborasi dengan pemerintah pusat, terutama Kadin pusat,” kata Rum.
Menurut Rum, posisi Ketua Kadin Gorontalo membutuhkan sosok yang tidak hanya mampu mengelola organisasi secara internal, tetapi juga memiliki kemampuan membangun hubungan dan membuka akses ke tingkat pusat.
“Harus memiliki jaringan, dan juga harus punya kekuatan. Kita berharap yang terpilih ini benar-benar mampu menjembatani Gorontalo dengan pusat,” ujarnya.
Rum tidak menyebut nama tertentu sebagai sosok yang dipilihnya. Ia lebih menekankan kemampuan yang harus dimiliki ketua terpilih nantinya, terutama dalam membawa kepentingan dunia usaha dan daerah ke ruang kerja sama yang lebih luas.
Menurutnya, jaringan di tingkat pusat penting agar Kadin Gorontalo tidak hanya aktif menjalankan roda organisasi, tetapi juga mampu berkolaborasi dengan pemerintah dan Kadin Indonesia dalam mendorong kepentingan kabupaten, kota, hingga Provinsi Gorontalo.
Rum juga menanggapi dinamika menjelang Musprov, termasuk kemungkinan pemilihan Ketua Kadin Gorontalo berlangsung secara aklamasi.
Ia mengatakan terdapat harapan dari unsur Kadin pusat agar aklamasi dapat ditempuh apabila seluruh pihak memungkinkan untuk mencapai kesepakatan.
Namun, Rum juga mengakui masih terdapat dua calon yang berpeluang bersaing dalam Musprov, yakni Fauzan Fadel Muhammad dan Andi Ilham.
“Kalau memang memungkinkan ada aklamasi, ya itu lebih bagus. Tapi kalaupun tidak ada aklamasi, karena tinggal ada dua calon, tentunya mereka akan bertarung secara fair,” Tandasnya.



























