Presiden Mahasiswa UNG Berikan Kritikan Tegas kepada Kapolda Gorontalo dalam Momen Silaturahmi

Foto : BEM UNG
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Hendrawan Dwikarunia Datukramat, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menyampaikan kritikan tegas kepada Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Angesta Romano Yoyol, dan jajarannya dalam momen silaturahmi yang berlangsung pada Jumat (20/23) di ruang Lobby Presisi Polda Gorontalo.

Dalam pertemuan tersebut, Hendrawan Dwikarunia Datukramat menggarisbawahi peran mahasiswa sebagai Agent of Social Control dan Moral Force dalam menjaga stabilitas kebijakan dan pelayanan masyarakat. Dia menyatakan bahwa sebagai pengayom, Polisi harus memberikan rasa nyaman kepada warga sebagai mitra publik.

Namun, dalam kritikannya, Hendrawan Dwikarunia Datukramat mengungkapkan keprihatinan terkait tugas dan kebijakan aparat keamanan di Polda Gorontalo. Dia menyoroti upaya menghalau represifitas aparat keamanan dan kriminalisasi aktivis mahasiswa. Hendrawan menegaskan bahwa tindakan semacam itu, jika dilakukan tanpa mengikuti prosedur hukum, dapat dianggap sebagai tindakan amoral.

Selain itu, Presiden BEM UNG mendesak Kapolda Gorontalo untuk menjaga sikap netralitas dan transparansi Polda, serta memastikan bahwa kepolisian benar-benar menjalankan peran sebagai mitra rakyat dan bukan investor oligarki yang merampas hak-hak rakyat.

Hendrawan Dwikarunia Datukramat juga menyoroti peran Humas Polda dalam komunikasi dengan publik. Dia mencatat bahwa beberapa pernyataan dari Humas Polda Gorontalo belakangan ini menciptakan ketakutan dan kekhawatiran di kalangan warga, terutama mahasiswa dan aktivis. Hendrawan menyatakan perlunya pembenahan standar komunikasi yang lebih elaboratif dan sesuai dengan aturan hukum yang mengatur kebebasan berdemokrasi.

Dalam penutupan kritikannya, Hendrawan Dwikarunia Datukramat berharap bahwa silaturahmi tersebut tidak hanya didasarkan pada kepentingan isu tertentu, tetapi merupakan wujud komitmen Polda kepada mahasiswa di seluruh Provinsi Gorontalo. Dia menekankan pentingnya komunikasi sejak awal tahun atau awal kepemimpinan Kapolda, dan perlunya mengulas kembali sistem Quick Response yang menjadi prinsip kerja Kepolisian.

Hendrawan Dwikarunia Datukramat juga menegaskan bahwa mahasiswa akan terus bergerak, berjuang, dan melawan ketidakadilan, ketimpangan, dan kesewenang-wenangan dengan berbagai cara dan daya upaya yang mereka miliki.

Silaturahmi Kapolda Gorontalo dengan BEM se-Provinsi Gorontalo ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritikan mereka terhadap kebijakan dan tindakan aparat keamanan, serta untuk mempromosikan dialog konstruktif dalam rangka menjaga kestabilan dan kesehatan nalar demokrasi di wilayah tersebut.

***/RF