spot_img
4.6 C
New York
Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaDaerahBoalemoTersangka Kasus Korupsi PJU-TS Kabupaten Boalemo Sudah Diamankan Di Lapas Gorontalo

Tersangka Kasus Korupsi PJU-TS Kabupaten Boalemo Sudah Diamankan Di Lapas Gorontalo

Rekamfakta.com, Kota Gorontalo mo –  Kasus dugaan Korupsi Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU – TS) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boalemo tahun anggaran 2020 dengan total kerugian negara sebesar Rp. 2 Miliyar sudah ditahap penetapan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

Tersangka yang ditetapkan pada kasus ini berjumlah 3 (Tiga) orang, yaitu MP alias mengki yang bertindak sebagai KPA sekaligus merangkap PPK, selanjutnya IJ alias Irswansyah sebagai Direktur atau kontraktor pelaksana, dan yang terakhir ialah MZS alias Zulkifli yang bertindak sebagai konsultan pengawas.

Kepada media, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo melalui Asisten Bidang Intelijen (As Intel) Kejati Gorontalo, Otto Sompotan, SH.,MH menjelaskan, sebelumnya para tersangka terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan intensif.

“Jadi pada hari ini Tim Penyidik dari Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Gorontalo setelah melakukan pemeriksaan yang cukup intensif dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya Kabupaten Boalemo tahun anggaran 2020.” Kata Otto, Rabu (16/02/2022).

“Yaitu memeriksa Dinas Lingkungan Hidup pada hari ini memeriksa tiga (3) orang saksi setelah memperoleh alat bukti yang cukup langsung dinaikan status menjadi tersangka yaitu ada 3 orang yang pertama YP dalam hal ini bertindak sebagai KPA merangkap PPK yang kedua IJ dalam perkara ini bertindak sebagai direktur atau kontraktor pelaksana, dan yang ketiga MZS dalam hal ini bertindak sebagai konsultan pengawas.” Sambungnya.

Otto juga menjelaskan bahwa ketiga tersangka membuat laporan progres palsu. Seakan – akan telah selesai pekerjaan 50 persen.

“Jadi pemeriksaan perkara ini tindak pidana yang dilakukan yaitu, kontrak sekitar 7 Miliyar pada saat jatuh tempo kontrak Desember tahun 2020 dengan progres real yang dikerjakan sebesar 2,6 persen. Ternyata oleh para pihak ini dibuat berita acara seolah – olah progres pekerjaan telah dilaksanakan sebesar 55 persen, dan dilakukan pembayaran sebesar 50 persen.” Bebernya.

Terakhir, dalam kasus ini ketiga tersangka sudah akan dilakukan penahanan mulai hari ini di Rumah Tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo selama 20 hari

“Akibat perbuatanya, para tersangka ini sejak hari ini dilakukan penahanan di Rutan Lapas Gorontalo selama 20 hari ke depan, terhitung hari ini sampai 7 Maret 2022.” Tutup Otto

Rachmad/RF

***Jaringan_Forwaka_Gorontalo***

Baca Juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Pasang Iklan Disini

OTHER STORIES

KOMENTAR TERBARU

error: Content is protected !!