Soal Covid-19, Dampak Ekonominya, Kini Mulai Dirasakan Tukang Bentor Di Gorut

Bentor
Foto istimewah
banner 120x600

Rekamfakta.com, Gorontalo Utara – Merebaknya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia, ternyata berdampak drastis pada sektor ekonomi di banyak kalangan masyarakat, khususnya para pengemudi becak motor (Bentor) di Kabupaten Gorontalo Utara.

Pasalnya, setelah diberlakukan Social Distancing atau mengurangi aktivitas di luar rumah, kini masyarakat hanya bisa berdiam diri di dalam rumah, dan hanya bisa beraktivitas di luar, saat ada urusan yang sangat mendesak.

Seperti yang dirasakan oleh Edika Pomanto (47), pengemudi becak motor (Bentor) dari Desa Cisadane. Pria paruh baya ini mengeluhkan pendapatannya sebagai pengemudi bentor, kini turun drastis sejak diberlakukannya social distancing, akibat merebaknya Covid-19 di Indonesia.

Baca juga :

https://rekamfakta.com/2020/03/31/satuan-lalu-lintas-polres-gorontalo-utara-adakan-sosialisasi-pencegahan-covid-19/

“Sejak ada Corona ini saya sebagai tukang bentor, sulit mendapat penumpang, sebab paling banyak yang menjadi penumpang ini kan cuman anak-anak sekolah dan pegawai kantoran. Tetapi saat ini anak-anak sekolah sudah diliburkan gara-gara corona, orang-orang kantoran juga masuk kantor tidak seperti biasanya,” keluhnya.

Selanjutnya, pengendara bentor yang juga sebagai Ketua Komunitas Gorontalo Bentor Comunity (GBC) Gorontalo Utara ini mengungkapkan, dirinya sendiripun sebenarnya takut jika keluar rumah, apalagi setelah ada himbauan dari pembina komunitas mereka tentang social distancing ini.

“Sebenarnya saya sendiripun takut keluar rumah, karena adanya corona ini, cuman mau bagaimana lagi, pekerjaan kami ini istilahnya dapat hari ini, habis hari ini juga. Jadi kalau kita tidak keluar rumah untuk mencari penumpang, kamipun tidak bisa memenuhi kebutuhan perhari kami,” ungkapnya saat diwawancarai di tempat dia biasa berpangkalan.

Ditempat yang sama, keadaan inipun dirasakan oleh teman-teman Edika lainnya. Kepada Rekam Fakta, Wely Tangkilisan (31) warga Desa Bulalo Kecamatan Kwandang, yang juga berprofesi sebagai pengemudi bentor ini juga mengaku, penghasilannya setelah merebaknya Covid-19 ini, turun sangat drastis.

“Biasanya saya itu, dihari-hari biasa, dapat meraup penghasilan Rp. 75.000 sampai Rp. 100.000 per harinya, tetapi setelah ada corona dan para siswa diliburkan, penghasilan saya berkurang menjadi Rp. 50.000, bahkan sampai Rp.25.000 per hari. Sementara kebutuhan rumah tangga saya, lebih dari itu,” ujar Wely

Edika dan Wely meminta, pemerintah dapat memperhatikan mereka yang saat ini lagi mengalami krisis ekonomi, Edika dan Weli berharap, dengan adanya pemberlakuan social distancing untuk mencegah pandemi Covid-19 ini, pemerintah dapat memberi bantuan berupa sembako untuk keluarga mereka dan masyarakat lainnya yang saat ini terdampak Covid-19.

“Kami berharap, pemerintah tidak hanya memberlakukan sosial distancing dengan menyuruh kami untuk beriaktivitas di dalam rumah, namun pada persoalan-persoalan kami yang kini sulit untuk mencari nafkah, kamipun berharap pemerintah dapat mencarikan solusinya, walau hanya memberi bantuan ke kami berupa sembako,” tandas Edika. (MYP/RF)