Kepala Balai BPJN Soroti Salah Satu Icon Kota Manado “Jembatan Soekarno”

banner 120x600

Rekam Fakta, Kota Manado – Sebagai salah satu icon kota Manado, jembatan Soekarno Hatta mendapat perhatian serius dari kepala balai BPJN Hendro Satrio, pasalnya hampir setiap hari masyarakat kota Manado dan sekitarnya mengunjungi jembatan ini sekedar berfoto atau membuat video

Namun, melihat kondisi jembatan yang kurang kondusif saat ini di karenakan minimnya penerangan yang ada menjadi sorotan masyarakat terutama para wisatawan yang ingin berfoto di malam hari, dan di siang hari warna cat yang mulai memudar mengurangi keindahan jembatan Soekarno ini.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PUPR Sulawesi Utara memastikan akan segera melaksanakan perbaikan.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PUPR Sulawesi Utara Hendro Satrio MKi “tahun 2023 ini ada rencana untuk perbaikan beberapa sensor yang rusak dan akan nada penambahan beberapa sensor baru di jembatan soekarno,” ujar Hendro.

Hendro mengungkapkan, “pemasangan lampu warna warni dan pengecetan harus di laksanakan, ini adalah upaya supaya nanti Jembatan Soekarno bisa bagus lagi seperti dulu, mengingat jembatan ini telah menjadi salah satu ikon di Kota Manado.”

“Anggaran yang di butuhkan adalah sekitar Rp11,5 M, jadi untuk perbaikan dan penambahan sensor sensor, kemudian untuk lighting sama untuk pengecetan Jembatan Soekarno,” pungkas Hendro.

Pekerjaan tersebut akan di laksanakan semaksimal mungkin oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulut, sementara untuk perawatan termasuk dengan biaya listrik merupakan wewenang Pemerintah Kota Manado.

Jembatan Soekarno saat ini pun telah menjelma menjadi salah satu destinasi wisata gratis bagi warga lokal maupun wisatawan. Lokasi tersebut diminati karena pemandangannya yang indah, di mana Gunung Manado Tua, Gunung Tumpa dan laut Manado terlihat jelas dari sini serta banyak foto grafer dan penjual makanan ringan.

Maikel P/RF