Rekamfakta.com, Maluku Kabupaten Bursel – Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), merupakan cita-cita dari pada tenaga kontrak, tidak lain tenaga kontrak yang berada di Maluku Buru Selatan, Namun nasib tak baik yang telah menimpa beberapa orang tenaga kontrak yang telah mendaftar sebagai CPNS
Beberapa orang tenaga kontrak itu, diduga telah ditipu oleh orang yang tak bertanggung jawab “Calo PNS” yang mengatas namakan Kaban BKSDM
Hal ini banyak diperbincangkan di media sosial, Kaban BKSDM Dulla Tualeka pun melalui akun (Facebook) resminya menyampaikan yang behubungan dengan kasus penipuan dan mengatas namakan nama baiknya.
Setelah ditemui langsung oleh awak media ini ditempat kerjanya, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKSDM), Mengakui dan membenarkan bahwa isu terkait penipuan kepada tenaga kontrak yang beredar di medsos itu memang benar adanya.

“Ada beberapa korban yang terdapat beberapa kecamatan saat ini diantaranya Kec Kapala Madan, Leksula, Fena Fafan, Wamsisi dan Namrole. Bukan cuman di Bursel, Kasus serupa juga terjadi di Kupang disalah satu kabupaten yang ada disana. Setelah di selidiki dengan teliti, pelaku melakukan komunikasi dengan kontak yang sama kepada beberapa korban, baik korban yang ada di daerah Kupang dan buru selatan”. Kata dulla tualeka, (17/6/20)
Dulla pun menambahkan penjelasannya, “saya telah di tanya oleh Fraksi PPP pada saat rapat di kantor DPRD Buru Selatan, dan saya mengakui hal penipuan itu, untuk Bursel tingkat penipuan kejahatan yang mengatas namakan sebagai kepala BKSDM sering terjadi setiap momen tes CPNS. bahkan, saya sudah laporkan secara lisan kasus penipuan ini ke pihak Kepolisian Namrole melalui bapak Kapolsek , dan menurut Kapolsek segera di laporkan ke polres buru karna saat ini personil kita kurang dan yang membidangi pelaporan kasus penipuan itu tidak ada, yang ada di polres pulau buru.” Jelas Tualeka.
Disentil mengenai jumlah tenaga kontrak yang menjadi korban penipuan, Kaban kembali menjelaskan bahwa laporan yang masuk kedia, ada 4 orang tenaga kontrak dan salah satunya sudah terlanjur melakukan transaksi (Transaksi Bank).
“Sekitar pukul 02.30 korban yang berinisial BS dan keluarganya datang menemui saya dengan membawa bukti kwitansi transfer bank dan rekaman percakapan antara si pelaku dan si korban. Dalam aksinya, pelaku meminta sejumlah uang sebesar 4 juta rupiah dengan syarat akan di loloskan sebagai PNS dari tenaga guru kontrak, Pelaku meminta ditranfer 2 juta sebagai uang muka dan sisanya setelah lulus dari pengangkatan sebagai PNS” Ungkap Dulla
Dijelskan pula, Bahwa dalam menjalangkan aksinya, pelaku kejahatan mengaku sebagai kepala BKSDM Bursel sehingga, siapa yang ingin lulus seleksi sebagai PNS melalui pengangkatan tenaga guru kontrak, maka harus setor dengan jumlah 2 juta rupiah sedangkan sisanya setelah lulus sebagai PNS.
Tualeka berharap agar masyarakat kab Buru Selatan, terutama bagi orang tua jagan mudah terpercaya dengan isu atau berita hoax yang mengatas namakan kepala BKD untuk memperkaya dirinya dengan melakukan berbagai cara kejahatan. Apalagi dengan kondisi pandemi covid 19 saat ini, masyarakat banyak tidak memiliki pekerjaan.
“Kepada pihak kepolisian, agar terus melakukan langkah- langkah penyelidikan agar oknum-oknum yg tidak bertanggung jawab itu, segera di tangkap dan di beri sangsi hukuman sesuai aturan perundang undangan yang berlaku , Agar kedepan tidak ada lagi kejahatan serupa ini”. Tutup Dulla Tualeka. (Bahri Fakaubun/RF)













